Mengapresiasi Lukisan Oyok Japaruloh

Loading

Dalam Komunitas Seni Rupa di Tasikmalaya, nama Oyok Japaruloh dikenal luas sebagai pendidik & praktisi seni yang memiliki tingkat produktifitas tinggi dalam berkarya. Ia lahir di Tasikmalaya pada tanggal 27 Mei 1959. Oyok zk, begitu ia biasa dipanggil, belajar seni di Jurusan Pendidikan Seni Rupa IKIP Bandung. Setelah lulus, ia mengabdikan dirinya sebagai pendidik di SMAN 1 Kota Tasikmalaya hingga masa purna tugasnya berakhir beberapa waktu yang lalu.

Dengan berbekal keterampilan dan pengetahuan yang dimilikinya, Oyok zk berusaha untuk berinteraksi dan bertegur sapa “wacana” dengan berbagai komunitas masyarakat di sekitar, untuk memperkaya wawasan dan pandangannya dalam berkarya. Selain itu, ia juga berusaha untuk berkarya dan mengkomunikasikan karya-karyanya kepada masyarakat dengan berbagai cara dan pendekatan yang ia pilih.

Dalam proses selanjutnya, Oyok zk terbilang rajin tampil dalam berbagai kegiatan pameran bersama, diantaranya; pameran bersama Himasra IKIP Bandung (1981), pameran bersama di GGM Bandung (1982), pameran bersama di Gedung PWI Bandung (1984), pameran LSI di Garut (1993), pameran bersama LSI di Asoka Plaza Tasikmalaya (1994), pameran Humpus di Wisma Graha Senayan Jakarta (1994), Pameran bersama pelukis Yogya, Bandung di Asoka Plaza Tasikmalaya (1994), pameran bersama festival Layang Internasional di Pangandaran (1995), pameran bersama di Taman Budaya Bandung (1996), pameran bersama di gedung Unsil Tasikmalaya (1996), Pameran Pasar Seni ITB (1997), pameran pelukis Jakarta, Bandung, Tasikmalaya di Ancol Jakarta (1997), pameran di GGM Tasikmalaya (1997), pameran bersama di RM Kubangsari (1997), pameran jambore Nasional Seni Rupa Ancol Jakarta (1997), pameran tunggal di hotel Galunggung Tasikmalaya (1997), pameran bersama pelukis Asia di Belgia (1998), pameran bersama di Puncak Bogor (2015), pameran bersama di Yogyakarta (2015), pameran bersama di Ubud Bali (2016), pameran bersama di Jerman (2016), pameran di IKIP Bandung (2017), pameran di GCC Tasikmalaya (2023). Selain mengadakan kegiatan pameran, saat ini Oyok zk mendapat kesempatan untuk membuka gallery lukisan di Hotel City Kota Tasikmalaya. Di Gallery tersebut, sejumlah karya terbaik Oyok zk dipamerkan.

Untuk menunjang aktivisanya tersebut, Oyok zk menyadari setidaknya ada empat hal yang harus dimilikinya dalam berkarya, yaitu; Kepekaan estetik atau rasa keindahan, keterampilan teknik, imajinasi kreatif, dan wawasan yang luas. Keempat hal tersebut, pada akhirnya mendorong Oyok zk untuk lebih memahami, menghargai dan memanfaatkan seni (baca; seni Lukis) sebagai media untuk memenuhi kebutuhan estetik dalam kehidupannya. Dalam hal ini, Oyok zk menyadari bahwa orang tidak akan menikmati keindahan ekspresinya jika tidak memiliki kepekaan estetik yang memadai. Begitu pula senimannya, tanpa menguasai ketrampilan teknik dan kepekaan estetik tidak akan dapat menghasilkan karya seni yang baik. Demikian juga wawasan yang luas dan imajinasi kreatif yang tinggi sangat membantu mengembangkan kemampuan seseorang dalam membuat karya seni.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka Kemampuan kreatif seseorang dalam melakukan kegiatan kesenian, harus terus dilatih dan dikembangkan. Sehingga mereka akan menjadi orang yang kaya dengan gagasan dan dibutuhkan dalam pengembangan kebudayaan manusia. Dengan demikian, pengembangan kemampuan-kemampuan pokok dalam seni adalah meliputi pengembangan kemampuan teknis menggunakan alat, bahan atau media, mengasah kepekaan estetik, serta kemampuan berpikir alternatif atau kreatif. Selain itu, melalui aktivitas seni, dapat dijadikan dasar pegangan dalam meniti profesi sebagai seorang seniman yang memiliki kepekaan estetik, keterampilan teknik dan kreativitas. Sehingga pada akhirnya para seniman memiliki sikap apresiatif terhadap segala bentuk hasil budaya manusia.

Dalam proses selanjutnya, kehadiran karya seni lukis, pada awalnya merupakan aktualisasi nilai estetis yang dimanifestasikan dalam dan melalui proses kreatif sang pelukis, dengan menggunakan cara dan medium tertentu. Di dalamnya, dimungkinkan sekali terdapat makna yang bersentuhan dengan cara merasa, berpikir, bersikap dan bertindak manusia, baik dalam dataran realitas individual maupun realitas sosiokultural, karena hakekatnya ia merupakan, pada awalnya, hasil penafsiran dan penilaian kehidupan yang dilakukan oleh seniman penciptanya.

Selain itu, kehadiran karya seni lukis, tidak dapat dipisahkan dari adanya kreativitas seseorang dalam merespon sesuatu yang berada disekitarnya. Dalam hal ini, para pelukis telah mengembangkan interpretasi dan pandangan dalam mengeksplorasi dan mengaplikasi materi serta gagasan seni ke dalam sebuah karya dengan pendekatan yang sifatnya individualistik dengan gaya dan karakter masing-masing.

Para pelukis memiliki kemampuan untuk mentransformasikan berbagai realitas yang terjadi ke dalam karya dengan persfektif dan kreativitas masing-masing.  Dengan realitas kondisi di atas, pada akhirnya Oyok zk berusaha untuk menghadirkan karya dengan berbagai medium, teknik, ide dan interpretasi pribadi dalam menggambarkan realitas yang dipilih untuk divisualisasikan. Dalam perspektif ini, Oyok zk berusaha untuk “serius dan bekerja keras” dalam mengeksplorasi dan mengaplikasi materi serta gagasan seni ke dalam karya lukis yang dihasilkannya.

Terkait dengan karya lukis yang dihasilkannya, Oyok zk menyampaikan bahwa ide atau gagasan kreatif ia dalam berkarya adalah respon personalnya terhadap situasi dan kondisi aktual masyarakat, termasuk di dalamnya terkait dengan kehidupan religi, tradisi, pariwisata, landscape dan lainnya. Dalam hal ini, Oyok zk berusaha untuk merekam realita yang ada dengan kecermatan tinggi disertai daya konsentrasi kelas wahid.

Karya-karya Oyok zk merupakan “rekaman realita” kehidupan di sekitarnya, yang natural dan wajar, bukan dari jenis peristiwa atau objek yang gegap gempita. Namun ia berusaha mencari sesuatu yang dipandang menarik, berkesan dan menyentuh relung jiwanya.  Karenanya, tutur kanvasnya bukanlah sesuatu yang datar sepi, melainkan bertebar sapuan warna dan objek yang menarik “penuh pesona”. Selain itu, karya lukis yang dihasilkan Oyok zk, tidak dapat dipisahkan dari adanya “sumber ilham” yang ia pungut dari limpah ruah hidup keseharian, juga dari hamparan pencitraan realistis pesona alam dan kehidupan yang disajikan secara ekspresif. Dalam hal ini, Oyok zk berusaha untuk menggambarkan sesuatu sesuai dengan keadaan jiwanya dan dilakukan dengan cara spontan pada saat melihat objek yang akan di buat. Dia berusaha untuk menghadirkan ekspresi emosi yang kuat dan mendalam, warna yang ekspresif, menekankan bentuk dan garis yang dramatis, tidak terlalu memfokuskan pada proporsi dan persfetif yang realistis demi mengekspresikan perasaan yang lebih dalam. Dengan kata lain, unsur estetika tidak hanya didapat dari indera penglihatan saja tetapi juga mengesankan perasaan serta pengalaman batin. Sehingga lukisan yang dihasilkan menggambarkan perasaan yang bergejolak dari sudut pandang subjektif pelukisnya.***

 

PIYAN SOPIAN, Lahir di Subang 29 Desember 1975, Alumni SMIK Negeri Tasikmalaya (sekarang SMKN 3 Kota Tasikmalaya). Menempuh Pendidikan S1 di Jurusan Pendidikan Seni Rupa FBS Universitas Negeri Yogyakarta dan S2 Program Studi PKLH Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Menulis artikel/opini dan karya tulis tentang seni, budaya, politik dan pariwisata dibeberapa media masa/media online, khususnya Kabar Priangan. Sempat bergabung di Management Pinggiran Art Exhibitions Tasikmalaya, Komunitas Pelukis Pinggiran, Kelompok Seni Rupa Tasik (KSRT), Silva SMKN 3 Kota Tasikmalaya, Galeri Baraya Seni Rupa Indonesia (GBSRI) dan Himpunan Perupa Tasikmalaya (HIPSIK). Aktif mengikuti kegiatan pameran dibeberapa daerah, diantaranya; Tasik, Garut, Bandung, Jogja, Semarang, Malang dan Bali. Saat ini bekerja sebagai Guru Seni Budaya SMAN 1 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya. Tinggal di Dusun Kalanganyar Desa Mandalahayu Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya.