Lukisan yang Sunyi di Negeri yang Bising

Lukisan yang Sunyi di Negeri yang Bising

Loading

Tentang Seni, Seniman, Ekonomi, dan Kebudayaan di Tengah Negeri yang Sedang Berubah Ada masa ketika sebuah bangsa terlalu sibuk menghitung pertumbuhan ekonomi, penerimaan pajak, investasi, pembangunan infrastruktur, dan angka-angka dalam laporan negara, sampai lupa bahwa sebuah bangsa juga hidup dari sesuatu yang tidak selalu bisa dihitung. Ia hidup dari ingatan. Dari cerita. Dari bahasa. Dari …

Selengkapnya

Ketika Hutan Menjadi Kenangan : Membaca Kerinduan dalam “Missing Home”

Ketika Hutan Menjadi Kenangan : Membaca Kerinduan dalam “Missing Home”

Loading

Ketika Hutan Menjadi Kenangan: Membaca Kerinduan dalam “Missing Home” Karya “Missing Home” karya Corry Harysyahatullaely merupakan sebuah lukisan cat air yang menarik bukan hanya karena menghadirkan figur orangutan secara kuat, tetapi terutama karena berhasil mengubah persoalan ekologis menjadi narasi visual tentang kehilangan, kerinduan, dan keterasingan. Di dalam karya ini, alam tidak semata-mata menjadi latar belakang. …

Selengkapnya

Ketika Sekolah Tidak Mengajarkan Kehidupan

Ketika Sekolah Tidak Mengajarkan Kehidupan

Loading

Literasi Finansial, Pendidikan, Seni dan Budaya: Mempersiapkan Manusia di Tengah Perubahan Zaman Pendahuluan: Ketika Pendidikan Berhadapan dengan Kehidupan Nyata Setiap pagi, jutaan anak Indonesia berangkat ke sekolah. Mereka datang dengan seragam, membawa buku, mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas, menghadapi ujian, memperoleh nilai, kemudian pulang. Siklus itu berlangsung bertahun-tahun. Namun ada sebuah pertanyaan sederhana yang layak kita …

Selengkapnya

Khatulistiwa sebagai Tubuh yang Terbelah

Khatulistiwa sebagai Tubuh yang Terbelah

Loading

“Khatulistiwa sebagai Tubuh yang Terbelah” Ulasan dan Kritik Seni atas  karya Nara Wangsa #2 Khatulistiwa Pelukis: Yusa Widiana Media: Mix media di atas kanvas Ukuran: 110 × 110 cm PEMBACAAN UMUM *Nara Wangsa #2 Khatulistiwa* tampil sebagai sebuah karya yang mempertemukan citra alam, simbol tubuh, dan pengalaman kultural dalam satu medan visual yang intens. Pada …

Selengkapnya

Momentum dan Ledakan Imajinasi Visual Idham Chalik

Momentum dan Ledakan Imajinasi Visual Idham Chalik

Loading

Pelukis: Idham Chalik Judul: Momentum Media: Paper on Polywood Ukuran: 70 × 70 cm Deskripsi Visual Momentum menampilkan komposisi abstrak-organik yang padat, dinamis, dan berlapis. Bidang gambar dipenuhi bentuk-bentuk biomorfik, spiral, lengkung, pecahan geometris, roda gigi, garis ornamental, serta fragmen menyerupai struktur tumbuhan, organisme, mesin, dan artefak budaya. Seluruh unsur tampak bergerak, bertransformasi, dan saling …

Selengkapnya

Ketika Negara Kehilangan Estetika, Seni Mengingatkan Kita pada Nurani

Ketika Negara Kehilangan Estetika, Seni Mengingatkan Kita pada Nurani

Loading

Ketika Negara Kehilangan Estetika, Seni Mengingatkan Kita pada Nurani Refleksi Seni dan Kebudayaan atas Politik Anggaran, Utang Negara, Pemborosan, dan Krisis Kepekaan Sosial Pendahuluan: Ketika Anggaran Menjadi Cermin Sebuah Bangsa Sebuah negara tidak hanya dapat dibaca melalui pertumbuhan ekonominya, gedung-gedung pencakar langit, jalan tol, jumlah investasi, atau besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Negara juga …

Selengkapnya

Palimpsest Kebebasan

Palimpsest Kebebasan

Loading

Pelukis : Edi Dolan Judul : The Art Ukuran : 180×145 cm Media : Cat Akrilik dan Mix Media di Kanvas   Palimpsest Kebebasan Karya ini tampil sebagai medan visual yang padat, berlapis, dan penuh tegangan antara representasi, jejak tulisan, dan simbolisme. The Art tidak sekadar mengajukan gambar, melainkan membangun sebuah ruang konseptual tentang seni …

Selengkapnya

Mitologi Ekologis dalam Jaga Bumi

Mitologi Ekologis dalam Jaga Bumi

Loading

“Mitologi Ekologis dalam Jaga Bumi #2: Alegori Bumi sebagai Tubuh Hidup” Pelukis : Tono Hartono Judul : jaga Bumi #2 Ukuran : 117×117 cm Media : Cat Akrilik di Kanvas Ulasan Umum Jaga Bumi #2 menampilkan lanskap imajiner yang padat, ornamental, dan sarat simbol ekologi. Secara visual, karya ini tidak bekerja sebagai representasi alam yang …

Selengkapnya

Jagoan Dalam Damai: Membongkar Maskulinitas dalam Bahasa Visual Kontemporer

Jagoan Dalam Damai: Membongkar Maskulinitas dalam Bahasa Visual Kontemporer

Loading

Jagoan Dalam Damai: Membongkar Maskulinitas dalam Bahasa Visual Kontemporer Oleh : Lukman Zen Lukisan Jagoan Dalam Damai karya Haris Nugroho menempatkan ayam jantan sebagai figur sentral untuk membangun dialog antara maskulinitas, identitas, dan kemungkinan rekonsiliasi visual. Dengan komposisi 100 x 100 cm dan medium cat minyak di kanvas, karya ini memadukan citra figuratif dengan struktur …

Selengkapnya

Pameran Seni lukis “Berkarya Tanpa Batas” HIPSIK

Pameran Seni lukis “Berkarya Tanpa Batas” HIPSIK

Loading

PAMERAN SENI LUKIS “BERKARYA TANPA BATAS” HIMPUNAN PERUPA TASIKMALAYA (HIPSIK) TAHUN 2026 Kehadiran karya seni pada awalnya merupakan hasil  kreativitas seniman dalam menanggapi objek atau kondisi-kondisi tertentu, yang kemudian divisualisasikan dalam wujud yang “menarik”, melalui media tertentu, dengan teknik, gaya yang dipilihnya. Para seniman melakukan strategi kreatif untuk mentransformasikan berbagai realitas yang terjadi dengan persfektif …

Selengkapnya

Harmoni Fragmentaris dalam Kebersamaan

Harmoni Fragmentaris dalam Kebersamaan

Loading

Pelukis : Jaya Masloman Judul : Indahnya Kebersamaan Ukuran : 70 x 70 cm Media : Cat Akrilik di Kanvas “Harmoni Fragmentaris dalam Ekologi Kebersamaan” Oleh : Lukman Zen Judul ini menegaskan bahwa karya tidak sekadar menampilkan tema sosial yang positif, tetapi juga mengolah kebersamaan sebagai sesuatu yang dibangun dari perbedaan, pertemuan, dan ketegangan visual. …

Selengkapnya

Kritik Seni Rupa atas Karya Iskandar Abeng, Gugat

Kritik Seni Rupa atas Karya Iskandar Abeng, Gugat

Loading

Deskripsi Karya Iskandar Abeng berjudul Gugat hadir sebagai sebuah karya seni rupa yang memusatkan perhatian pada ketegangan visual, lapisan simbolik, dan intensitas ekspresi yang kuat. Dengan ukuran 150 x 150 cm dan medium mix media di atas kanvas, karya ini menampilkan bahasa rupa yang kompleks, padat, dan penuh fragmentasi. Sejak pandangan pertama, lukisan ini tidak …

Selengkapnya