![]()
55 Perupa Rayakan HUT ke-499 Jakarta
Seni Menghidupkan Kota dalam Pameran ‘Jakarta Punya Kita’
Amuya Gallery Jakarta dipenuhi suasana semarak saat Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN) membuka pameran lukisan “Jakarta Punya Kita: Seni Menghidupkan Jakarta” pada Sabtu, 20 Juni 2026. Menyambut HUT ke-499 Kota Jakarta, pameran menampilkan karya 55 perupa dari berbagai daerah—dari Jabodetabek, Aceh, Palembang, Bandung, Cirebon hingga Bali—yang hadirkan ragam teknik, gaya, dan gagasan tentang identitas kota metropolitan ini.
Peresmian pameran dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jakarta yang diwakili Andri Febrian, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat. Dalam sambutannya Andri menyampaikan apresiasi kepada ASPEN yang konsisten menyediakan ruang kreativitas bagi perupa dan berkontribusi pada pengembangan seni serta budaya, khususnya di wilayah Jakarta Pusat yang menjadi binaannya.

Kurator pameran, A Dimas Adji Saka, menjelaskan bahwa karya-karya yang dipamerkan memuat beragam tema—dari kritik sosial hingga kecintaan terhadap budaya Nusantara—sebagai wujud narasi para seniman tentang Jakarta. Nama-nama peserta yang ikut meramaikan antara lain Adam Bonsai, Anni Kholillah, Antonius Kriswanto, Adrian Novray, Aryo Bimo, Asep Chaerullah, Azzam Abiyan Ramdhan, Biagtwanti Dewi P, Budi Utomo, Cecilia D Kristiari, Chryshnanda DL, Damayanti, Dayu Sri Herti, Dede Priana, Deden Hamdani, Farchat, Felcy, Feriendas, Fillardy, Hana Andari, I Made Rimbawa, I Made Wiraadikesuma, Indah Mulya, Joppier, Ka’don, Karnoto Mohammad, Kembang Sepatu, Lilik Subekti, M. Adien, Mas Wit, Moh. Sobirin, Nadia Iskandar, Ndaru Mukti Lestari, Ni Made Sri Andini, Nila Jet, Novandi, Pustanto, Queen Kuan In, Ridwan Marhid, Sarnadi Adam, Supriatna, Susi Necklin, Syakieb Sungkar, Teddy Suchyar, Teuku Shabir, Tukiyan (Wempi), Vauzi Gunawan, Wawan Setiadi, Wayan Sudana, Yanti Darmanyati.S, Yayok APFD, Yomi Arizal, dan Yunti Ars.
Rangkaian acara dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti sambutan dan pembacaan puisi oleh Tukiyan Wempi. Suasana semakin hidup ketika penampilan Tari Betawi “Kembang Jakarta” dibawakan Indi Moza dan Maria, yang berhasil menyuguhkan nuansa khas Betawi dan mendapat sambutan hangat dari tamu undangan.

Perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, I Made Wiraadikesuma, menegaskan makna penting pameran ini karena bertepatan dengan peringatan 499 tahun Jakarta. Ia menyatakan bahwa meski Jakarta terus berkembang menjadi kota global, jejak sejarah dan keberagaman budayanya tetap menjadi identitas yang harus dirawat. Menurutnya seni rupa berperan strategis dalam ekonomi kreatif dan pameran seperti ini memperkuat ekosistem seni sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku kreatif.
Sebagai bentuk rasa syukur dan ucapan selamat ulang tahun untuk Jakarta, acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dipimpin Ketua Umum ASPEN, Kembang Sepatu. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat sebagai simbol penghormatan dan semangat kebersamaan. Dewan Pakar ASPEN, Dr. Sarnadi Adam, memberikan apresiasi atas inisiatif ASPEN yang menghadirkan perupa dari berbagai daerah, menegaskan bahwa Jakarta adalah milik seluruh Indonesia.

Kemeriahan berlanjut saat para peserta dan pengunjung meninjau karya-karya yang dipamerkan, diwarnai diskusi hangat antara seniman dan penikmat seni. Pembukaan pameran berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, menunjukkan komitmen ASPEN untuk terus mengembangkan seni rupa Indonesia dan memperkaya kehidupan budaya masyarakat.
Pameran “Jakarta Punya Kita” diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus pengingat bahwa Jakarta dibangun bukan hanya oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kreativitas, imajinasi, dan nilai-nilai kemanusiaan yang dihidupkan oleh para seniman. Selamat berpameran kepada seluruh perupa—semoga karya-karya ini terus menginspirasi dan memperkuat dialog antara seni, budaya, dan masyarakat.***


