Seni sebagai sesuatu yang Kontekstual – Part 2

Seni sebagai sesuatu yang Kontekstual – Part 2

SENI SEBAGAI NILAI Seni memang menyangkut nilai, dan yang disebut seni memang nilai, bukan bendanya. Nilai adalah sesuatu yang selalu bersifat subjektif, tergantung pada manusia yang menilainya. Oleh karena subjektiflah, maka setiap daerah memiliki nilai-nilainya sendiri yang disebut seni.  Pada dasarnya setiap nilai seni dar konteks manapun memiliki nilai yang tetap. Setiap artefak seni mengandung …

Selengkapnya

Seni sebagai sesuatu yang Kontekstual – Part 1

Seni sebagai sesuatu yang Kontekstual – Part 1

SENI SEBAGAI EKSPRESI Seni adalah sebuah media yang biasa digunakan manusia untuk mengekspersikan sesuatu. Di dalam penggunaanya sedikit banyak menggunakan perasaan yang akan berpengaruh terhadap suatu pencapaian atau hasil karya seseorang. Dalam seni pula, perasaan harus dikuasai lebih dahulu, diatur dan dikelola sedemikian rupa untuk selanjutnya direpresentasikan menjadi sesuatu. Representasi seni adalah upaya mengungkapkan kebenaran …

Selengkapnya

Relasi Filsafat dan Lukisan

Relasi Filsafat dan Lukisan

Salah satu unsur filsafat adalah keheranan dan dari rasa heran itu muncul beragam pertanyaan (Ide ini dapat ditelusuri kembali dalam karya Plato, Thaetetus, dimana Socrates mengamati, bahwa: “rasa bertanya-tanya adalah tanda dari filsuf. Filsafat memang tidak memiliki asal lain . . .”). Tetapi juga dimulai dengan kebingungan, keraguan, keingintahuan, dan desakan keras kepala untuk menanyakan …

Selengkapnya

Kubisme

Kubisme

Oleh : Lukman Zen Kubisme adalah aliran seni rupa yang memuat beberapa sudut pandang dari suatu objek atau figur dalam satu gambar yang sama, sehingga menghasilkan lukisan yang terfragmentasi dan terdeformasi. Aliran ini juga seakan memecah gambar melalui penyederhanaan objek hingga menyerupai bentuk geometris. Suatu lukisan potret dapat terdiri dari angle samping dan angle depan …

Selengkapnya

Impresionisme

Impresionisme

Aliran seni rupa Impresionisme adalah aliran yang mengusung keakuratan warna pada pencahayaan objek yang dilukis berdasarkan teori proses terjadinya warna melalui sapuan sapuan kuas kecil namun berwarna. Aliran impresionisme melukis di alam terbuka dalam kurun waktu yang singkat, sehingga harus mengorbankan keakuratan bentuk, namun sebagai imbalannya mereka dapat menangkap keakuratan cahaya yang terjadi pada kurun …

Selengkapnya